Team Peliput : Melintas
Loa Kulu – Semangat kebersamaan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan kegiatan Sedekah Bumi dan Bersih Dusun yang diselenggarakan oleh masyarakat Dusun II Tudungan, Desa Jembayan Tengah. Kegiatan yang menjadi tradisi turun-temurun tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Loa Kulu bersama unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Sedekah Bumi dan Bersih Dusun merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dalam suasana yang khidmat, masyarakat memanjatkan doa agar Dusun II Tudungan senantiasa diberikan keamanan, ketentraman, kesehatan, serta hasil usaha yang melimpah bagi seluruh warga. Doa bersama tersebut menjadi simbol harapan dan kebersamaan masyarakat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Setelah prosesi doa selesai, acara dilanjutkan dengan tradisi yang paling dinantikan masyarakat, yaitu perebutan isi gunungan. Gunungan yang berisi berbagai hasil bumi, buah-buahan, sayuran, serta aneka makanan hasil swadaya masyarakat menjadi simbol kemakmuran dan keberkahan. Dengan penuh antusias, warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti prosesi tersebut.
Suasana semakin meriah ketika masyarakat berbondong-bondong memperebutkan isi gunungan. Gelak tawa dan semangat kebersamaan terlihat jelas di tengah-tengah warga yang mengikuti tradisi tersebut. Bagi masyarakat, memperoleh bagian dari isi gunungan dipercaya sebagai simbol keberkahan dan harapan akan rezeki yang baik di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Sekcam Loa Kulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Dusun II Tudungan yang terus menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat.
“Kegiatan Sedekah Bumi dan Bersih Dusun merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kerukunan antarwarga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau berharap tradisi yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan tersebut dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah. Pelestarian budaya lokal menjadi penting di tengah perkembangan zaman agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh warga dan tamu undangan bersama-sama mengikuti beseprah atau makan bersama. Tradisi makan bersama ini menjadi simbol persaudaraan, kesetaraan, dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang maupun status sosial. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan yang telah disiapkan secara gotong royong oleh masyarakat.
Kegiatan Sedekah Bumi dan Bersih Dusun di Dusun II Tudungan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menjaga tradisi budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur, tetapi juga memperkuat rasa persatuan serta semangat gotong royong dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan sejahtera.





