Team Peliput : Melintas
Sumber Sari – Sekretaris Camat (Sekcam) Loa Kulu menghadiri kegiatan Penerimaan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan di Kawasan Pertanian Terpadu Desa Sumber Sari. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada pengelolaan sumber daya ekonomi untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan masyarakat.
Acara penerimaan berlangsung dengan penuh kehangatan dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN UGM yang akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan di wilayah tersebut. Kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui inovasi, pendampingan, dan transfer pengetahuan kepada masyarakat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Sekcam Loa Kulu menyampaikan apresiasi kepada Universitas Gadjah Mada yang telah memilih Desa Sumber Sari sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, program KKN merupakan salah satu bentuk sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat membantu masyarakat melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN UGM dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Sekcam Loa Kulu.
Kawasan Pertanian Terpadu Desa Sumber Sari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan usaha produktif masyarakat. Melalui program KKN ini, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung optimalisasi sumber daya lokal, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Program pengelolaan sumber daya ekonomi untuk kedaulatan dan kemandirian pangan yang diusung dalam kegiatan KKN ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu membantu menciptakan solusi yang inovatif dan aplikatif sesuai kebutuhan desa.

Selain menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, KKN juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pedesaan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat.
Pada kesempatan itu, para mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai potensi unggulan Desa Sumber Sari, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Pengenalan lapangan ini menjadi langkah awal dalam menyusun program kerja yang tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sekcam Loa Kulu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan berkolaborasi dengan mahasiswa selama pelaksanaan KKN berlangsung. Menurutnya, keberhasilan program KKN tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi merupakan kunci dalam menciptakan pembangunan desa yang maju dan mandiri. Kami berharap program ini dapat menjadi wadah bertukar pengetahuan dan pengalaman yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” tambahnya.
Dengan diterimanya mahasiswa KKN UGM di Desa Sumber Sari, diharapkan berbagai program yang akan dijalankan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi desa, serta terwujudnya kedaulatan dan kemandirian pangan yang menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah.
Melalui semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan desa. Kehadiran mahasiswa KKN UGM di Desa Sumber Sari diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya bermanfaat selama masa KKN berlangsung, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.





