Team Peliput : Melintas
Loa Kulu – Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Loa Kulu Roboiyandi, S.Sos., M.A.P. menghadiri kegiatan Sosialisasi Dampak Banjir terhadap Ketahanan Pangan dalam Produksi Pertanian dan Perikanan yang diselenggarakan di Kantor Desa Ponoragan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Ponoragan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ponoragan, Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Bidang Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kutai Kartanegara, perangkat desa, kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, serta unsur masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak bencana banjir terhadap sektor pertanian dan perikanan yang menjadi penopang ketahanan pangan di desa. Selain memberikan edukasi mengenai potensi risiko bencana, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyusun langkah-langkah mitigasi guna meminimalkan dampak banjir terhadap produksi pangan.

Dalam pemaparannya, Kepala Bidang BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara menjelaskan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir. Materi yang disampaikan meliputi upaya mitigasi, pengurangan risiko bencana, pola penanganan saat terjadi banjir, hingga langkah-langkah pemulihan pascabencana agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kutai Kartanegara menyampaikan materi mengenai dampak banjir terhadap sektor perikanan, khususnya budidaya ikan air tawar. Ia menjelaskan berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh para pembudidaya ikan untuk mengurangi risiko kerugian, menjaga kualitas produksi, serta meningkatkan ketahanan usaha perikanan di tengah perubahan kondisi cuaca dan lingkungan.
Kasi PMD Kecamatan Loa Kulu Roboiyandi, S.Sos., M.A.P. menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi sektor pertanian dan perikanan akibat bencana banjir memerlukan kolaborasi lintas sektor agar solusi yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif di tingkat desa.

Beliau juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi yang menghadirkan berbagai instansi teknis. Melalui forum ini, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai penanggulangan bencana, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai strategi menjaga produktivitas pertanian dan perikanan sehingga ketahanan pangan desa tetap terjaga.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan antusias. Berbagai persoalan yang dihadapi petani dan pembudidaya ikan, khususnya saat musim hujan dan banjir, menjadi bahan pembahasan bersama. Para narasumber memberikan penjelasan serta solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan sehingga masyarakat memiliki bekal dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, instansi teknis, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh terhadap bencana. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, diharapkan sektor pertanian dan perikanan di Desa Ponoragan dapat terus berkembang serta mendukung terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan menuju Kukar Idaman Terbaik.





