Team Peliput : Robiansyah & Rahmadani
Loa Kulu – Suasana penuh kebersamaan dan nuansa budaya terasa hangat dalam kegiatan Bersih Desa dan Sedekah Bumi yang digelar warga RT 006 Dusun Wonorejo, Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, pada Sabtu malam. Kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun tersebut kembali dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, hasil pertanian, serta keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Acara yang dipusatkan di Balai Dusun Wonorejo itu berlangsung meriah namun tetap sarat makna. Warga dari berbagai kalangan tampak hadir dan berbaur bersama dalam suasana kekeluargaan. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial antarwarga di lingkungan Dusun Wonorejo.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Camat (Sekcam) Loa Kulu, Khairuddinata, hadir langsung membersamai masyarakat. Kehadirannya disambut hangat oleh warga yang merasa bangga karena kegiatan budaya desa mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah kecamatan.

Selain Sekcam Loa Kulu, kegiatan juga dihadiri Kepala Desa Ponoragan, tokoh masyarakat, para sesepuh desa, Ketua KTNA Kecamatan Loa Kulu, tokoh pemuda, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Kehadiran para tokoh tersebut semakin menambah kekhidmatan acara yang berlangsung hingga malam hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan prosesi adat yang menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur yang selama ini dijaga masyarakat Dusun Wonorejo.

Dalam sambutannya, Khairuddinata menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal. Menurutnya, tradisi Bersih Desa dan Sedekah Bumi memiliki nilai sosial yang sangat penting karena mampu mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Di tengah perkembangan zaman modern saat ini, tradisi seperti Bersih Desa dan Sedekah Bumi harus tetap dijaga. Ini bukan hanya soal budaya, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mempertahankan nilai kebersamaan, persatuan, dan rasa syukur,” ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan semacam ini mampu menjadi ruang berkumpulnya masyarakat tanpa memandang perbedaan usia maupun latar belakang. Mulai dari anak-anak, pemuda, hingga para sesepuh tampak ikut terlibat dan menikmati suasana kebersamaan yang tercipta sepanjang acara berlangsung.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata kuatnya hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin dalam pelaksanaan acara menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih tumbuh dengan baik di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Sementara itu, para sesepuh desa berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya lokal tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Menurut mereka, menjaga tradisi berarti juga menjaga identitas dan warisan leluhur yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Masyarakat tampak menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh suka cita dan kebersamaan. Suasana hangat dan akrab pun begitu terasa saat warga berkumpul bersama di Balai Dusun Wonorejo.
Melalui kegiatan Bersih Desa dan Sedekah Bumi ini, diharapkan semangat persaudaraan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Ponoragan, khususnya di Dusun Wonorejo.





