Tenggarong – Sekretaris Camat (Sekcam) Loa Kulu menghadiri kegiatan Ngatur Dahar yang berlangsung di Museum Mulawarman, Tenggarong, sebagai salah satu rangkaian penting menjelang pelaksanaan Upacara Adat Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian pelestarian budaya daerah, di mana Ngatur Dahar merupakan tradisi jamuan makan dan ritual sakral khas keraton yang dilaksanakan pada malam hari sebelum pembukaan Upacara Adat Erau. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai Kartanegara.
Kehadiran Sekcam Loa Kulu dalam acara tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kecamatan Loa Kulu terhadap upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta adat istiadat yang menjadi kekayaan daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara pemerintah, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.

Suasana khidmat dan penuh penghormatan terasa dalam pelaksanaan Ngatur Dahar. Para tamu undangan mengikuti rangkaian prosesi adat yang memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan, rasa syukur, serta doa bersama agar seluruh rangkaian pelaksanaan Erau dapat berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
Ngatur Dahar tidak hanya dimaknai sebagai sebuah jamuan makan, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang menggambarkan kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, serta upaya menjaga hubungan harmonis antara manusia, budaya, dan lingkungan. Melalui tradisi ini, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya Kutai terus diwariskan kepada generasi penerus.
Dalam kesempatan tersebut, Sekcam Loa Kulu menyampaikan apresiasi terhadap keberlangsungan tradisi adat yang masih terjaga hingga saat ini. Menurutnya, keberadaan budaya lokal menjadi kekuatan penting dalam membangun karakter daerah serta memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Kartanegara kepada masyarakat luas.
“Tradisi seperti Ngatur Dahar merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan makna yang sangat besar. Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikannya agar tetap hidup serta dapat dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Pelaksanaan Ngatur Dahar juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju puncak Upacara Adat Erau yang merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Erau sendiri memiliki sejarah panjang sebagai tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang hingga kini tetap dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya daerah.
Melalui kegiatan budaya ini, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu berharap semangat pelestarian adat dan budaya terus tumbuh di tengah masyarakat. Keberagaman budaya yang dimiliki Kutai Kartanegara menjadi aset berharga yang tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang dapat memperkenalkan Kutai Kartanegara di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan Ngatur Dahar menjadi pengingat bahwa menjaga budaya bukan hanya tentang mempertahankan tradisi masa lalu, tetapi juga tentang merawat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan, dan kearifan lokal yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara.







