LOA KULU – Semangat melestarikan seni dan budaya tradisional terus tumbuh di tengah masyarakat Kecamatan Loa Kulu. Hal ini terlihat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Paguyuban Seni Jaranan Dangdut Kreasi WTB (Wargo Turonggo Budoyo) yang berlangsung di Taman Literasi, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Loa Kulu sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Pemerintah Kecamatan Loa Kulu terhadap keberadaan kelompok seni budaya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Peringatan hari jadi ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar WTB untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjaga eksistensi seni jaranan di tengah perkembangan zaman.
Memasuki usia ke-28 tahun, Paguyuban Seni Jaranan Dangdut Kreasi WTB telah menjadi bagian dari perjalanan seni dan budaya masyarakat. Selama hampir tiga dekade, keberadaan paguyuban ini menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menyalurkan kreativitas, mengembangkan kemampuan, serta memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat dari berbagai kalangan.

Melestarikan Tradisi, Mengembangkan Kreativitas
Seni jaranan merupakan salah satu kesenian tradisional yang memiliki nilai budaya dan daya tarik tersendiri. Perpaduan gerak tari, iringan musik, kostum khas, serta kekompakan para penampil menjadikan kesenian ini tetap diminati oleh masyarakat. Seiring perkembangan zaman, berbagai kelompok seni melakukan inovasi dengan memadukan unsur tradisional dan kreasi modern agar pertunjukan semakin menarik tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi akarnya.
Hal tersebut tercermin dalam konsep Jaranan Dangdut Kreasi yang dikembangkan oleh WTB. Perpaduan unsur seni tradisional dengan irama musik dangdut menghadirkan pertunjukan yang dinamis, menghibur, dan dekat dengan selera masyarakat. Kreativitas tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga agar seni tradisional tetap hidup, berkembang, serta mampu menjangkau generasi muda.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya populer, keberadaan paguyuban seni seperti WTB memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi. Kesenian tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk mengenalkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, kerja sama, dan kecintaan terhadap warisan budaya.

Momentum Mempererat Silaturahmi dan Kebersamaan
Peringatan HUT ke-28 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia sebuah paguyuban, melainkan juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan, menghargai perjuangan para pengurus dan anggota, serta memperkuat hubungan antarpelaku seni dan masyarakat.
Dalam perjalanan sebuah kelompok kesenian, konsistensi dan kebersamaan merupakan modal penting untuk mempertahankan eksistensi. Dukungan anggota, pengurus, keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kekuatan yang memungkinkan sebuah paguyuban terus berkarya dari waktu ke waktu.
Melalui peringatan hari jadi ini, semangat kekeluargaan diharapkan semakin kuat. Kebersamaan yang terjalin tidak hanya mendukung keberlangsungan kegiatan seni, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan masyarakat Kecamatan Loa Kulu.
Taman Literasi Desa Loa Kulu Kota sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan turut menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk menikmati kegiatan seni dan budaya. Kehadiran kegiatan semacam ini memperlihatkan bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul, berinteraksi, serta menghidupkan berbagai aktivitas positif yang melibatkan masyarakat.
Dukungan Pemerintah terhadap Pelestarian Seni dan Budaya
Kehadiran Sekcam Loa Kulu dalam peringatan HUT ke-28 WTB mencerminkan perhatian pemerintah kecamatan terhadap keberadaan komunitas seni dan budaya di wilayahnya. Paguyuban seni merupakan salah satu unsur masyarakat yang memiliki kontribusi dalam memperkaya kehidupan sosial, menjaga tradisi, serta menciptakan ruang kreativitas bagi warga.
Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya para seniman dan pelaku seni, tetapi juga pemerintah serta masyarakat secara luas. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kesenian tradisional tetap mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Dukungan terhadap kegiatan seni juga menjadi bagian dari upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam aktivitas yang positif dan produktif. Melalui kegiatan budaya, masyarakat dapat saling mengenal, membangun komunikasi, dan memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan serta identitas budaya yang berkembang di daerahnya.
Keberadaan kelompok seni seperti WTB diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kesenian tradisional. Dengan memberikan kesempatan kepada generasi penerus untuk terlibat secara aktif, warisan budaya dapat terus diwariskan dan tidak berhenti pada satu generasi saja.
28 Tahun Berkarya, Terus Menjaga Warisan Budaya
Perjalanan selama 28 tahun menjadi pencapaian yang patut diapresiasi bagi Paguyuban Seni Jaranan Dangdut Kreasi WTB. Usia tersebut menunjukkan pentingnya menjaga komitmen, merawat kebersamaan, dan terus membuka ruang bagi kreativitas dalam kehidupan berkesenian.
Ke depan, WTB diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pertunjukan, memperluas partisipasi masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang mampu menarik minat generasi muda. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai tradisi, seni jaranan dapat terus berkembang sebagai bagian dari kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Peringatan HUT ke-28 ini menjadi pengingat bahwa seni dan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan warisan yang perlu dirawat, dikembangkan, dan diteruskan kepada generasi mendatang. Melalui semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, paguyuban seni di Kecamatan Loa Kulu diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga keragaman budaya sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Selamat Hari Ulang Tahun ke-28 Paguyuban Seni Jaranan Dangdut Kreasi WTB (Wargo Turonggo Budoyo). Terus berkarya, lestarikan budaya, dan jaga semangat kebersamaan untuk generasi mendatang.






