Team Peliput : Melintas
Loa Kulu — Deru mesin ketinting yang beberapa waktu terakhir menggema di tepian Sungai Mahakam akhirnya memasuki garis akhir. Open Race Ketinting 2.0 Desa Loa Kulu Kota resmi ditutup setelah berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Dalam kegiatan penutupan tersebut, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Loa Kulu turut hadir mewakili Pemerintah Kecamatan Loa Kulu. Kehadiran Sekcam menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga sekaligus upaya mendorong pengembangan potensi lokal yang ada di wilayah Kecamatan Loa Kulu.
Open Race Ketinting 2.0 yang dipusatkan di kawasan Eks Kayu Mas, Desa Loa Kulu Kota, tidak hanya menghadirkan persaingan di lintasan, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat, komunitas, peserta lomba, serta pelaku usaha lokal.
Sejak dimulainya perlombaan, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk menjadi yang tercepat di lintasan. Kecepatan, ketepatan membaca kondisi sungai, serta kemampuan mengendalikan ketinting menjadi bagian dari keseruan yang
membuat masyarakat antusias menyaksikan jalannya perlombaan.

Apresiasi untuk Peserta dan Panitia
Dalam kesempatan tersebut, Sekcam Loa Kulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan.
Menurutnya, sebuah perlombaan bukan hanya mengenai siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana kegiatan dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menyalurkan bakat, serta membangun semangat positif di tengah masyarakat.
Apresiasi juga diberikan kepada panitia dan Pemerintah Desa Loa Kulu Kota yang telah bekerja sama dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan Open Race Ketinting 2.0 hingga dapat berjalan dengan baik.
Kegiatan seperti ini dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Selain sebagai olahraga yang memiliki penggemar tersendiri, perlombaan ketinting juga memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar Sungai Mahakam.
Angkat Potensi Sungai Mahakam
Open Race Ketinting 2.0 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Sungai Mahakam sebagai salah satu kekayaan wilayah Loa Kulu. Kawasan sungai tidak hanya memiliki fungsi sebagai jalur aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk kegiatan olahraga, wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Ramainya masyarakat yang hadir selama perlombaan turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Berbagai makanan, minuman, dan produk lokal dapat diperkenalkan kepada pengunjung yang datang menyaksikan perlombaan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga yang dikemas dengan baik dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Pemerintah Kecamatan Loa Kulu berharap kegiatan Open Race Ketinting dapat terus berkembang dan menjadi salah satu agenda yang mampu mengangkat potensi Desa Loa Kulu Kota serta Kecamatan Loa Kulu secara lebih luas.
Bukan Sekadar Perlombaan
Penutupan Open Race Ketinting 2.0 bukan berarti berakhirnya semangat yang telah dibangun selama kegiatan berlangsung. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini telah menjadi ruang bertemunya masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
Semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Sementara pengalaman dan antusiasme yang tercipta selama kegiatan menjadi modal untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan positif lainnya di masa mendatang.
Pemerintah Kecamatan Loa Kulu juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari panitia, pemerintah desa, peserta, komunitas, masyarakat, hingga pelaku UMKM.
Dengan berakhirnya Open Race Ketinting 2.0, satu lagi cerita tentang olahraga, kebersamaan, dan potensi lokal telah tercipta di tepian Sungai Mahakam.
Mesin boleh berhenti, perlombaan boleh usai, tetapi semangat sportivitas dan kebersamaan jangan ikut berhenti. Dari Desa Loa Kulu Kota, Sungai Mahakam kembali menjadi saksi bahwa potensi lokal dapat bergerak menjadi energi bagi masyarakat.








