Team Peliput : Rahmadani
Loa Kulu – Upaya peningkatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus menjadi perhatian berbagai pihak. Hal ini terlihat dari kunjungan studi lapangan yang dilakukan oleh pengelola sampah dari Kecamatan Samboja ke TPS3R Barokah, Kecamatan Loa Kulu.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Loa Kulu bersama pengelola TPS3R Barokah. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik dalam pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan dari Kecamatan Samboja mendapatkan pemaparan mengenai sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di TPS3R Barokah, mulai dari proses pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah menjadi produk bernilai guna.
Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Loa Kulu menyampaikan bahwa TPS3R Barokah menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran warga.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman. Harapannya, apa yang diterapkan di sini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola sampah secara lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan pengelola sampah Kecamatan Samboja mengapresiasi sambutan serta ilmu yang didapatkan selama kunjungan. Mereka berharap dapat mengadopsi beberapa metode yang telah diterapkan di TPS3R Barokah untuk diterapkan di wilayahnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan peninjauan langsung ke lokasi pengolahan sampah, sehingga peserta dapat melihat secara nyata proses yang berlangsung di lapangan.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para pengelola TPS3R Barokah terkait tantangan yang dihadapi dalam operasional sehari-hari, termasuk dalam hal pengumpulan sampah, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan program.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kunjungan ini juga menyoroti pentingnya peran kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program TPS3R.
Pemerintah Kecamatan Loa Kulu berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sebagai wadah untuk bertukar informasi dan memperkuat sinergi antarwilayah. Dengan adanya kolaborasi yang baik, diharapkan permasalahan sampah dapat ditangani secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi antar kecamatan dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.





