TIm Peliput : Melintas
Loa Kulu – Suasana religius dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti Desa Jongkang saat menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-8 Tingkat Kecamatan Loa Kulu Tahun 2026. Pembukaan kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi awal dimulainya perhelatan syiar Islam yang akan dilaksanakan selama lima hari, mulai 25 hingga 29 Juli 2026, dengan diikuti oleh kafilah dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Loa Kulu.
Acara pembukaan dihadiri oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Drs. H. Dafip Haryanto, S.Sos., M.Si., Camat Loa Kulu H. Adriansyah, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, perwakilan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, para dewan hakim, peserta kafilah, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan penampilan atraksi yang menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Desa Jongkang dalam menyambut para tamu dan peserta MTQ. Antusiasme masyarakat tampak memenuhi arena pembukaan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan agenda keagamaan yang telah menjadi tradisi dan kebanggaan masyarakat Kecamatan Loa Kulu.

Dalam sambutannya, Camat Loa Kulu, H. Adriansyah, S.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Jongkang, panitia pelaksana, LPTQ, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan MTQ ke-8. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ merupakan hasil sinergi seluruh elemen masyarakat yang memiliki tujuan sama, yaitu membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Musabaqah Tilawatil Qur’an bukan hanya sebuah ajang perlombaan, tetapi merupakan media dakwah dan pembinaan umat. Melalui MTQ ini kita berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Camat Loa Kulu.
Sementara itu, Asisten III Setdakab Kutai Kartanegara, Drs. H. Dafip Haryanto, S.Sos., M.Si., saat membuka secara resmi MTQ ke-8 Tingkat Kecamatan Loa Kulu menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kecamatan Loa Kulu dalam menyelenggarakan MTQ sebagai sarana pembinaan keagamaan. Ia menegaskan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta mampu memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman.

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan MTQ sebagai momentum meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan semata-mata mengejar prestasi. Menurutnya, kemenangan sejati adalah ketika nilai-nilai Al-Qur’an mampu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta masyarakat yang damai, toleran, dan berakhlakul karimah.
Sebagai tuan rumah, Desa Jongkang telah mempersiapkan berbagai fasilitas dan sarana pendukung demi kelancaran pelaksanaan MTQ. Dukungan penuh dari pemerintah desa, panitia, serta masyarakat menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam menyukseskan agenda keagamaan tingkat kecamatan tersebut.

Selama pelaksanaan MTQ yang berlangsung pada 25–29 Juli 2026, para peserta akan mengikuti berbagai cabang perlombaan yang meliputi seni baca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, serta cabang-cabang lainnya sesuai dengan ketentuan LPTQ. Dewan hakim yang telah dikukuhkan sebelumnya akan melaksanakan penilaian secara profesional, objektif, dan transparan untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Loa Kulu pada MTQ tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga desa dan kelurahan se-Kecamatan Loa Kulu. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Pemerintah Kecamatan Loa Kulu berharap penyelenggaraan MTQ ke-8 Tingkat Kecamatan Loa Kulu Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses hingga penutupan nanti. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Kutai Kartanegara yang religius, harmonis, dan sejahtera sesuai dengan semangat Kukar Idaman Terbaik.






