Team Peliput : Melintas
Loa Kulu – Semangat pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif mewarnai pembukaan Kegiatan Interaksi Budaya Nusantara Tahun 2026 yang digelar pada 2–4 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mempererat persatuan melalui keberagaman budaya sekaligus memperkenalkan potensi seni, tradisi, dan produk lokal yang dimiliki.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Camat Loa Kulu H. Adriansyah, S.H., Kapolsek Loa Kulu, anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Kartanegara, tokoh masyarakat, pelaku seni budaya, pelaku UMKM, serta masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Interaksi Budaya Nusantara merupakan agenda yang bertujuan memperkuat rasa persatuan melalui keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran budaya, hingga produk-produk unggulan UMKM ditampilkan sebagai bentuk pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Camat Loa Kulu H. Adriansyah, S.H. membacakan sambutan Bupati Kutai Kartanegara yang berhalangan hadir secara langsung. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Kegiatan Interaksi Budaya Nusantara diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat melalui nilai-nilai kebersamaan.

Melalui sambutan Bupati tersebut juga disampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, komunitas seni, pelaku UMKM, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang mampu mengangkat potensi budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan berbagai produk unggulan lokal. Kehadiran perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan mampu memberikan motivasi dan pendampingan kepada para pelaku usaha agar semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Sementara itu, keterlibatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah melalui pembinaan, edukasi, serta pemberdayaan komunitas budaya. Dengan demikian, nilai-nilai budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas bangsa.
Selama tiga hari pelaksanaan, mulai tanggal 2 hingga 4 Juli 2026, masyarakat disuguhkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, pameran budaya Nusantara, bazar UMKM, serta beragam kegiatan interaktif yang melibatkan komunitas seni dan budaya. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini mendapat sambutan positif dan menjadi sarana hiburan sekaligus edukasi budaya.
Kehadiran Kapolsek Loa Kulu, anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, serta unsur pemerintah daerah lainnya menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku seni, dan pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan ekosistem budaya yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Interaksi Budaya Nusantara Tahun 2026, diharapkan semangat kebhinekaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya bangsa semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga potensi besar yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.






